Hey mah,
Pa kabar mamah disana?pasti baik yah?
Aku kangen mah,kangen banged
Aku merasa sendirian mah
Mereka semua sibuk dengan urusannya
Mungkin jika aku menyusul mu tidak ada yang merasa kehilangan aku
Oh ya doain aku yah mah , biar cepet-cepet lulus biar nggak ngerepotin ayah
Ya allah , semoga ibuku ada disisimu di tempat terindah
kalau mamah ada disini pasti semuanya nggak akan kaya gini
tapi aku percaya Allah punya rencana lain untuk Ku
Selamat Datang Di Duniaku
Wednesday, 5 October 2011
Rasa ku untuk Mu
Kau Buatku tersenyum walaupun kau selalu menderita saat bersamaku
Aku selalu berterima kasih padamu karena kau telah memilihku walapun hanya sesaat.
Aku senang saat bersamamu , melewatinya bersama mu adalah hal indah
Tak ada yang bisa dihilangkan
Semua ini menjadi begitu cepat
Dan semuanya berakhir seperti ini
Sungguh aku tak menginginkannya
Dan aku percaya kau juga tidak menginginkannya
Kau mengajarkan ku sesuatu yang berharga
Ku suka kau yang seperti ini
Kita lihat akhirnya akan seperti apa?
Aku selalu berterima kasih padamu karena kau telah memilihku walapun hanya sesaat.
Aku senang saat bersamamu , melewatinya bersama mu adalah hal indah
Tak ada yang bisa dihilangkan
Semua ini menjadi begitu cepat
Dan semuanya berakhir seperti ini
Sungguh aku tak menginginkannya
Dan aku percaya kau juga tidak menginginkannya
Kau mengajarkan ku sesuatu yang berharga
Ku suka kau yang seperti ini
Kita lihat akhirnya akan seperti apa?
Friday, 8 April 2011
Nilai-Nilai Budaya Yang Terlupakan Kaitannya Dengan Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Menutup tahun 2009, satu lagi budaya asli negeri ini, keris, mendapat pengakuan di mata dunia. Para pecinta keris di Indonesia pun patut lega dan berbangga. Sebab, keris kini sudah diakui sebagai warisan atau pusaka budaya dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Keris diakui sebagai sebuah karya yang tidak saja indah wujudnya tapi juga memiliki makna filosofis tinggi tentang kehidupan manusia.
Sepintas hal tersebut tidak berdampak besar bagi kehidupan kita secara langsung. Toh, tanpa keris pun kita juga masih bisa hidup. Tapi tanpa kita sadari, hal sekecil itu sudah menggerogoti akar kebudayaan kita. Karena pemikiran apatis sekecil apa pun akan berdampak besar bila melanda sekian juta penduduk negeri ini. Lantas apa yang bisa terjadi ? Sudah bisa ditebak, sekian juta kepala kelak akan lupa pada kebudayaannya sendiri.
Dan bisakah kita melihat akar-akar kebudayaan sendiri lapuk sementara jutaan bibit kebudayaan asing tumbuh liar di ladang tempat kita berbudaya? Diakui atau tidak, kecintaan terhadap budaya sendiri sudah mulai pudar.
Diera sekarang hanya ada beberapa orang yang coba melestarikannya, itu juga kebanyakan Orang tua, lah anak mudanya sendiri lebih memilih terus mengupdate teknologi-teknologi baru Misal lebih memilih membeli Handphone terbaru, laptop terbaru, atau bersaing di situs-situs jejaring sosial, dll , memang kita juga harus terbuka dengan teknolgi , tetapi kita juga jangan melupakan salah satu kebudayaan besar Indonesia ini.Kita harus tetap melestarikannya.
Sepintas hal tersebut tidak berdampak besar bagi kehidupan kita secara langsung. Toh, tanpa keris pun kita juga masih bisa hidup. Tapi tanpa kita sadari, hal sekecil itu sudah menggerogoti akar kebudayaan kita. Karena pemikiran apatis sekecil apa pun akan berdampak besar bila melanda sekian juta penduduk negeri ini. Lantas apa yang bisa terjadi ? Sudah bisa ditebak, sekian juta kepala kelak akan lupa pada kebudayaannya sendiri.
Dan bisakah kita melihat akar-akar kebudayaan sendiri lapuk sementara jutaan bibit kebudayaan asing tumbuh liar di ladang tempat kita berbudaya? Diakui atau tidak, kecintaan terhadap budaya sendiri sudah mulai pudar.
Diera sekarang hanya ada beberapa orang yang coba melestarikannya, itu juga kebanyakan Orang tua, lah anak mudanya sendiri lebih memilih terus mengupdate teknologi-teknologi baru Misal lebih memilih membeli Handphone terbaru, laptop terbaru, atau bersaing di situs-situs jejaring sosial, dll , memang kita juga harus terbuka dengan teknolgi , tetapi kita juga jangan melupakan salah satu kebudayaan besar Indonesia ini.Kita harus tetap melestarikannya.
Thursday, 7 April 2011
Manusia Dan Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya : Panji mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Panji memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Contoh :
• Budi seorang mahasiswa , ia rajin belajar dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik
• Hadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dan kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenal lelah. Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk rnewujudkan harapan itu hares disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi
bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya : Panji mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Panji memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Contoh :
• Budi seorang mahasiswa , ia rajin belajar dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik
• Hadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dan kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Budi belajar tanpa mengenal waktu dan Hadir bekerja tanpa mengenal lelah. Semuanya itu dengan suatu keyakinan demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi untuk rnewujudkan harapan itu hares disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi
bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Manusia Dan Kegelisahan
Kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan keadaan seseorang yang tidak tenteram hati dan perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dan tidak sabar dalam tingkah lakunya, dan selalu merasa cemas.
Kecemasan merupakan salah satu bentuk kegelisahan.Bila dikaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal ini adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.
Contoh orang yang gelisah adalah para siswa kelas 3 SMA atau kelas 3 SMP pada saat hari pengumuman kelulusan Ujian Nasional. Mereka takut akan kehilangan haknya untuk dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena syarat yang harus dipenuhi siswa untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi adalah lulus Ujian Nasional.
Untuk dapat mengatasi kegelisahan, pertama-tama harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus bersikap tenang. Dengan sikap yang tenang, kita dapat berpikir dengan tenang, sehingga kesulitan yang kita alami dapat kita hadapi.
Kecemasan merupakan salah satu bentuk kegelisahan.Bila dikaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal ini adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam dirinya sendiri.
Contoh orang yang gelisah adalah para siswa kelas 3 SMA atau kelas 3 SMP pada saat hari pengumuman kelulusan Ujian Nasional. Mereka takut akan kehilangan haknya untuk dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena syarat yang harus dipenuhi siswa untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi adalah lulus Ujian Nasional.
Untuk dapat mengatasi kegelisahan, pertama-tama harus dimulai dari diri sendiri. Kita harus bersikap tenang. Dengan sikap yang tenang, kita dapat berpikir dengan tenang, sehingga kesulitan yang kita alami dapat kita hadapi.
Manusia Dan TanggungJawab
tanggung jawab itu adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang dinamakan hak. Tanggunngjawab itu merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalamm kehidupan sehari - hari yang qta lakukan dan
kesadaran dari seseorang untuk melakukan apa yang dilakukannya
tanggungjawab ini berani menanggung semua akibat dan resiko dari semua yang qta lakukan , dan sesuatu yang perlu dipertanggungjawabkan apa yang qta perbuat harus disertai dengan bukti yang nyata.
contoh tanggungjawab itu adalah :
jika seorang karyawan yang tdak menggerjakan tugasnya maka dia akan kena teguran dari atasannya dan bila itu sering terjadi akan dikeluarkan dari perusaahaan.
jika seorang ayah tdak bertanggngjawab u/ mencari nafkah maka sekeluarganyaa akan menjadi sengsara karena seorang ayah tidak tannggung jawab sebagai kepala keluarga tersebut.
Manusia Dan Pandangan Hidup
Berbicara tentang manusia memang tiak ada habisnya, yang kesemuanya itu telah dimulai sejak awal Adam dicitakan atau mungkin sejak Adam melanggar larangan Tuhan Sang Maha Pencipta hingga dibuang dari tempat yang penuh kenikmatan “konon”.
Berawal dari sinilah maka banyak permasalahan – permasalahan yang timbul hingga saat ini, yang kesemuanya tidak dapat dipisahkan dari pola pikir yang telah membentuknya “manusia”. Karena pada dasarnya pola pikir itu sendiri yang telah membentuk paradigma berpikir dan pandangan – pandangan hidup manusianya. Sehingga pola pikir dan pandangan hidup setiap manusia berbeda – beda tergantung dari apa yang ia dapat atau permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya.
Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Dari permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya akan melahirkan satu padanganan tentang bagaimana cara atau solusi untuk menghadapi permasalahan – permasalahan itu. Baik permasalahan yang dihadapi tentang suatu keinginan, ambisi serta cita – cita hingga konsep kehidupan yang dilaliuinya.
Pandangan – pandangan hidup
1. Cita – cita → Cita dan angan merupaka awal dari suatu permasalahan yang akan dihadapi sehingga dapat membentuk karakter berpikir serta pola pikir dan pandangan hidup dari suatu permasalahan yang timbul
2.Pengalaman → Pengalaman merupakan guru terbaik yang dimiliki oleh setiap orang.
3. Pendidikikan → Pendidikan merupakan faktor penunjang dari suatu pola pikir cara pandang karena pada dasarnya pendidikan dapat merubah pola pikir dan cara berpikir seeorang.
4. Pergaulan → Karakter manusia dapat terbentuk oleh pergaulan baik pergaulan dalam akademis “sekolah, kampus atau lembaga lainnya”, ataupun non akademis “keluarga dan masyarakat”.
Berawal dari sinilah maka banyak permasalahan – permasalahan yang timbul hingga saat ini, yang kesemuanya tidak dapat dipisahkan dari pola pikir yang telah membentuknya “manusia”. Karena pada dasarnya pola pikir itu sendiri yang telah membentuk paradigma berpikir dan pandangan – pandangan hidup manusianya. Sehingga pola pikir dan pandangan hidup setiap manusia berbeda – beda tergantung dari apa yang ia dapat atau permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya.
Setiap manusia pasti memiliki pola pikir dan cara pandang tentang segala hal, karena pada setiap manusia dilengkapi dengan akal. Dari permasalahan – permasalahan yang sering dihadapinya akan melahirkan satu padanganan tentang bagaimana cara atau solusi untuk menghadapi permasalahan – permasalahan itu. Baik permasalahan yang dihadapi tentang suatu keinginan, ambisi serta cita – cita hingga konsep kehidupan yang dilaliuinya.
Pandangan – pandangan hidup
1. Cita – cita → Cita dan angan merupaka awal dari suatu permasalahan yang akan dihadapi sehingga dapat membentuk karakter berpikir serta pola pikir dan pandangan hidup dari suatu permasalahan yang timbul
2.Pengalaman → Pengalaman merupakan guru terbaik yang dimiliki oleh setiap orang.
3. Pendidikikan → Pendidikan merupakan faktor penunjang dari suatu pola pikir cara pandang karena pada dasarnya pendidikan dapat merubah pola pikir dan cara berpikir seeorang.
4. Pergaulan → Karakter manusia dapat terbentuk oleh pergaulan baik pergaulan dalam akademis “sekolah, kampus atau lembaga lainnya”, ataupun non akademis “keluarga dan masyarakat”.
Subscribe to:
Posts (Atom)